BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 12 Oktober 2013

ETIKA BISNIS "PERUSAHAAN"



ETIKA BISNIS

         Indofood merupakan salah satu perusahaan global asal Indonesia yang produk-produknya banyak di ekspor ke negara-negara lain. Salah satunya adalah produk mi instan Indomie. Di Taiwan sendiri, persaingan bisnis mi instant sangatlah ketat, disamping produk-produk mi instant dari negara lain, produk mi instant asal Taiwan pun banyak membanjiri pasar dalam negeri Taiwan.

         Harga yang ditwarkan oleh Indomie sekitar Rp1500, tidak jauh berbeda dari harga indomie di Indonesia, sedangkan mi instan asal Taiwan dijual dengan harga mencapai Rp 5000 per bungkusnya. Disamping harga yang murah, indomie juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk mi instan asal Taiwan, yaitu memiliki berbagai varian rasa yang ditawarkan kepada konsumen. Dan juga banyak TKI/W asal Indonesia yang menjadi konsumen favorit dari produk Indomie selain karena harganya yang murah juga mereka sudah familiar dengan produk Indomie.

         Tentu saja hal itu menjadi batu sandungan bagi produk mi instan asal Taiwan, produk mereka menjadi kurang diminati karena harganya yang mahal. Sehingga disinyalir pihak perindustrian Taiwan mengklain telah melakukan penelitian terhadap produk Indomie, dan menyatakan bahwa produk tersebut tidak layak konsumsi karena mengandung beberapa bahan kimia yang dapat membahayakan bagi kesehatan.

         Hal tersebut sontak dibantah oleh pihak PT. Indofood selaku produsen Indomie. Mereka menyatakan bahwa produk mereka telah lolos uji laboratorium dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyatakan bahwa produk indomie telah diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dengan melalui tahap-tahap serangkaian tes baik itu badan kesehatan nasional maupun internasional yang sudah memiliki standarisasi tersendiri terhadap penggunaan bahan kimia dalam makanan, indomie dinyatakan lulus uji kelayakan untuk dikonsumsi.

        Dari fakta tersebut, disinyalir penarikan produk Indomie dari pasar dalam negeri Taiwan disinyalir karena persaingan bisnis semata, yang mereka anggap merugikan produsen lokal.

        Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tidak sedari dulu produk indomie dibahas oleh pemerintah Taiwan, atau pemerintah melarang produk Indomie masuk pasar Taiwan?. Melainkan mengklaim produk Indomie berbahaya untuk dikonsumsi pada saat produk tersebut sudah menjadi produk yang diminati di Taiwan. Dari kasus tersebut dapat dilihat bahwa ada persainag bisnis yang telah melanggar etika dalam berbisnis.

SUMBER: http://ismi-yuki.mhs.narotama.ac.id/2012/11/02/75/

ETIKA BISNIS



PENGERTIAN ETIKA BISNIS

Etika bisnis merupakan etika yang berlaku dalam kelompok para pelaku bisnis dan semua pihak yang terkait dengan eksistensi korporasi termasuk dengan para kompetitor. Etika itu sendiri merupakan dasar moral, yaitu nilai-nilai mengenai apa yang baik dan buruk serta berhubungan dengan hak dan kewajiban moral. Seperti yang dikatakan Velasquez pada tahun 2005 dimana, Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis
Dalam etika bisnis berlaku prinsip-prinsip yang seharusnya dipatuhi oleh para pelaku bisnis. Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan.

PRINSIP – PRINSIP ETIKA BISNIS

prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:

1.Prinsip Otonomi
Yaitu kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.

2.Prinsip Kejujuran
Bisnis tidak akan bertahan lama apabila tidak berlandaskan kejujuran karena kejujuran merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis (missal, kejujuran dalam pelaksanaan kontrak, kejujuran terhadap konsumen, kejujuran dalam hubungan kerja dan lain-lain).

3.Prinsip Keadilan
Bahwa tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.

4.Prinsip Saling Menguntungkan
Agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif.

5.Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini merupakan dasar dalam berbisnis dimana para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha bisnis mereka harus menjaga nama baik perusahaan agar tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.



INDIKATOR ETIKA BISNIS

Kehidupan bisnis modern menurut banyak pengamat cenderung mementingkan keberhasilan material. Menempatkan material pada urutan prioritas utama, dapat mendorong para pelaku bisnis dan masyarakat umum melirik dan menggunakan paradigma dangkal tentang makna dunia bisnis itu sendiri. Sesungguhnya dunia binis tidak sesadis yang dibayangkan orang dan material bukanlah harga mati yang harus diupayakan dengan cara apa yang dan bagaimanapun. Dengan paradigma sempit dapat berkonotasi bahwa bisnis hanya dipandang sebagai sarana meraih pendapatan dan keuntungan uang semata, dengan mengabaikan kepentingan lainnya. Organisasi bisnis dan perusahaan dipandang hanya sekedar mesin dan sarana untuk memaksimalkan keuntungannya dan dengan demikian bisnis semata-mata berperan sebagai jalan untuk menumpuk kekayaan dan bisnis telah menjadi jati diri lebih dari mesin pengganda modal atau kapitalis.
Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang baru, bahkan secara moral keuntungan merupakan hal yang baik dan diterima.

sumber: http://ismi-yuki.mhs.narotama.ac.id

 

Jumat, 14 Juni 2013

TUGAS RESENSI

Serba-serbi Masyarakat Kolonial Batavia

Judul: Batavia, Masyarakat Kolonial Abad XVII
Penulis: Henderik E Niemeijer
Penerbit: Masup Jakarta
Terbit: Juli, 2012
Halaman:
Harga: Rp. 180.000 (hard cover)

Memahami Jakarta pada masa kolonial yang kala itu masih disebut Batavia memang menarik. Pasalnya, dari situlah kita dapat melihat dimensi-dimensi sosiologis-politis yang kemudian membentuk Jakarta masa kini. Buku ini rasanya adalah salah satu referensi yang dapat menambah derajat pemahaman kita mengenai dimensi-dimensi tersebut.
Pada bagian awal buku ini pembaca mungkin akan terperangah mengetahui bahwa Batavia pada abad 17 ternyata tidak lebih dari sebuah kota perbudakan. Kala itu  perbudakan mendapat tempat yang subur karena memiliki payung legalitas dari pemerintah kolonial. Penyebabnya  pemerintah memiliki kepentingan untuk menempatkan pekerja murah untuk mengembangkan Batavia menjadi kota dagang.
Akibatnya budak tidak hanya didatangkan dari berbagai pulau di luar Jawa seperti Maluku, Sulawesi atupun Bali, melainkan juga dari luar negeri seperti India, Srilanka, hingga Filipina. Para budak ini kemudian diperjualbelikan oleh tuan-tuan mereka. Di kemudian hari kedatangan para budak di batavia memunculkan masalah kemasyarakatan tersendiri di Batavia, mulai dari pergundikan, kriminal, hingga kekerasan (hal. 31-57).
Kemunculan budak dan pendatang ke Batavia telah menjadikan kota ini sebuah kuali adukan (melting pot). Namun itu pun memunculkan potensi gesekan. Kehadiran kelompok etnis Cina misalnya, telah memicu konflik tersendiri. Salah satu yang tercatat dalam buku ini adalah kebiasaan berjudi yang kerap berujung pada keributan. Akibatya pemerintah harus membatasi perjudian.
Namun, situasinya menjadi dilematis. Pasalnya, di satu sisi, pemerintah yang berkuasa memperoleh pendapatan dari perjudian tersebut. Setiap rumah judi ataupun pesta-pesta yang menyelenggarakan perjudian, diharuskan menyerahkan semacam pajak kepada pemerintah Batavia.
Masalah lain yang juga sering muncul ke permukaan pada abad 17 adalah konflik antar pemeluk agama. Hal ini terjadi antara penganut Kristen dan Katolik. Kala itu para pendeta Kristen terang-terangan menolak misi yang dijalankan oleh pemuka agama Katolik. (hal. 239-254). Bahkan tanpa segan mereka menganggap ibadah ataupun ritus yang dipimpin oleh pemuka Katolik dianggap ilegal.
Hal yang harus dicatat mengenai hubungan antar pemeluk agama pada masa kolonial adalah kenyataan Islam yang terus berkembang dan memegang peranan penting. Bahkan kemudian pemerintah Hindia Belanda lebih membuka kesempatan untuk perkembangan Islam ketimbang agama Katolik.
Pada halaman 217-220 bahkan disampaikan bahwa Islam tidak dianggap sebagai “bahaya”, sebaliknya banyak ulama Islam yang dianggap dapat bekerja sama dengan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memiliki posisi khusus.
Hal  berbeda dialami oleh praktik-praktik relijius yang dilakukan oleh etnis Cina. Dalam buku ini praktik keagamaan yang dilakukan oleh etnis Cina cenderung dianggap membuat keributan. Tidak mengherankan jika pemerintah perlu untuk melarang kegiatan tersebut.
Buku ini menarik untuk memahahami kehidupan masyarakat kolonial Batavia. Sayangnya, catatan yang banyak didasarkan pada dokumen administrasi pemerintahan ini, tidak diformulasi dengan cara yang lebih cair. Padahal cara yang lebih cair akan membuat pembaca lebih asyik mengikuti “perjalanan ke masa lalu” ini.
Simak saja buku Semerbak Bunga di Bandung Raya (1998) yang ditulis oleh Haryoto Kunto.  Banyak cerita dan fakta tentang Kota Bandung yang didasarkan pada literatur masa lalu, namun disampaikan dengan cara yang “renyah”, menawan , dengan bumbu-bumbu yang jenaka di sana-sini. Akhirnya, jadilah sebuah buku yang menarik untuk dinikmati.

Jumat, 10 Mei 2013

BAHASA INDONESIA 2

Anjing dan Bayangannya

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.

Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.

Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah

SUMBER : http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Anjing-dan-Bayangannya-60

Senin, 06 Mei 2013

BAHASA INDONESIA

SEJARAH MANCHESTER UNITED FC

Klub ini dibentuk pada tahun 1878 dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C.) oleh para pekerja rel kereta api di Newton Heath. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah keBank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah menjadi anggota Football League setahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, untuk menjadi sebuah perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris dan membuang nama belakang "LYR" sehingga menjadi Newton Heath F.C saja.

Namun pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500 dan bahkan lapangan Bank Street mereka pun telah ditutup. Hanya beberapa saat sebelum klub diputuskan untuk dibubarkan, klub tiba-tiba mendapatkan suntikan dana dari J.H. Davies, direktur sebuah perusahaan bir Manchester Breweries. Ceritanya adalah sang kapten tim, Harry Stafford, memamerkan anjingnya pada acara pengumpulan dana untuk klub. Anjing berjenis St. Bernard itu ditaksir oleh Davies dan ia ingin membelinya. Tawaran itu ditolak Stafford dan sebagai gantinya ia menawarkan Davies untuk menginvestasikan uangnya pada klub sepakbolanya sekaligus menjadi chairman Newton Heath FC.


Tawaran itu diterima dan selamatlah Newton Heath dari kebangkrutan. Setelah itu diadakanlah sebuah rapat untuk mengganti nama klub untuk menandai awal kebangkitan klub. Nama ‘Manchester Central’ dan ‘Manchester Celtic’ mencuat untuk menjadi kandidat kuat nama baru sebelum Louis Rocca, seorang anak muda imigran Italia, berkata “Bapak-bapak, mengapa tidak kita pakai nama Manchester United ?” Nama yang diusulkan Rocca disetujui dan secara resmi mulai dipakai pada 26 April 1902. Davies sang chairman baru, juga memutuskan untuk mengganti warna tim dari hijau keemasan menjadi merah-putih sebagai warna Manchester United.

Sumber : http://blog-rye.blogspot.com/2013/01/sejarah-manchester-united.html#ixzz2SX22ag7k

BAHASA INDONESIA


LAPORAN

Definisi laporan itu adalah :

1.Suatu bentuk penyampaian berita,keterangan,pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang dan tanggung jawab yang ada diantara mereka.

2.Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.

Fungsi laporan diantaranya adalah sebagai berikut:
- pertanggungjawaban bagi orang yang diberi tugas
- landasan pimpinan dalam mengambil kebijakan/keputusan
- alat untuk melakukan pengawasan
- dokumen sebagai bahan studi dan pengalaman bagi orang lain.

Macam-macam laporan menurut bentuknya:
- laporan berbentuk formulir
- laporan berbentuk surat
- laporan berbentuk memorandum (memo)
- laporan berbentuk naskah
- laporan berbentuk buku



Selasa, 23 April 2013

PROPOSAL ILMIAH

NAMA : RYAN FERDIANSYAH
KELAS : 3 EA 16
 NPM : 16210299

 I.I Latar Belakang
Perkembangan teknologi melahirkan suatu media baru yang dapat menyajikan informasi secara cepat kepada masyarakat. Tak dapat dipungkiri jika teknologi masa kini berkembang sangat pesat, hal ini dapat dibuktikan dengan banyak nya inovasi-inovasi yang telah dibuat pada saat ini salah satunya teknologi elektronik yaitu Televisi. TV sebagai alat penangkap siaran dan gambar, Seiring dengan berkembangnya teknologi televisi hadir sebagai sebuah kotak audio visual yang mampu menyebarkan dan menyediakan berbagai program acara untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

Dari waktu ke waktu, Televisi pun terus mengalami perkembangan baik dalam segi ukuran, bentuk, teknologi dan sebagainya. Semakin canggih teknologi yang ditemukan, maka teknologi pada televisi pun semakin berkembang. Berbagai jenis televisi sudah beredar didunia dengan fasilitas pendukung nya yang bermacam-macam seperti halnya LCD, Plasma maupun CRT semua itu terus dikembangkan demi kenyamanan para pemakai televisi. Peluang bisnis di Indonesia salah satunya yaitu dalam bisnis elektronik.

Bersamaan dengan kemajuan media cetak, muncul media lain sebagai sumber informasi bagi khalayak yaitu media elektronik salah satu nya TV (Televisi). Karna saat ini hampir setiap orang memiliki televisi di tempat tinggalnya. Televisi saat ini bukan lagi sebagai barang mewah. Kini media layar kaca tersebut sudah menjadi salah satu barang kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Pada kesempatan ini seseorang dapat membuka peluang usaha perbaikan tv dengan berusaha untuk menarik pelanggan melalui faktor yang bisa menyebabkan pelanggan itu merasa puas dengan apa yang diterimanya. 

Faktor-faktor yang dapat mendukung kepuasan pelanggan antara lain adalah kualitas pelayanan atau jasa dan harga yang terjangkau yang diberikan. Oleh karna itu teknisi harus memperhatikan kepuasan pelanggan, dengan demikian pelanggan akan kembali apabila ada kerusakan karna merasa puas dengan jasa yang diberikan.

Dalam menghadapi persaingan yang sangat pesat dalam bisnis perbaikan televisi tersebut. Grundig Service berusaha memberikan pelayanan jasa yang terbaik kepada pelanggan-pelanggannya. Pelayanan yang diberikan cepat dalam pengerjaan perbaikan televisi dan menetapkan harga sesuai dengan kerusakan terhadap televisi tersebut. Apabila terjadi kerusakan kembali maka pelanggan akan diberi garansi untuk dibawa kembali televisinya dengan jangka waktu 1 minggu dan tanpa biaya. Selain itu, Grundig Service berusaha memberikan “service” kepada pelanggan nya dengan menciptakan waktu pengerjaan yang efektif serta efisien dan tidak harus menunggu sampai berbulan-bulan untuk televisi tersebut dapat digunakan kembali.

Tetapi apakah pelanggan itu merasa puas atau tidak dengan pelayanan yang sudah diberikan, dengan demikian kembali pada setiap individu pelanggan. Oleh sebab itu, penulis tertarik melihat bagaimana perkembangan kedatangan pelanggan yang terjadi pada Grundig Service. Pada kesempatan ini penulis akan meneliti kepuasan pelanggan pada service televisi Grundig service dengan memberi judul : “ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA PERBAIKAN TELEVISI (STUDI PADA GRUNDIG SERVICE)”.

I.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan ilmiah ini adalah :
Apakah pelanggan Grundig Service merasa puas dengan pelayanan yang diberikan ?

1.2.2 Batasan Masalah
Penelitian ini, dibatasi pada kepuasan pelanggan terhadap pelayanan pada Grundig Service, Jl. Harapan baru barat Rt 01/20 Harapan baru kec. Bekasi kab. Bekasi melalui penyebaran “Kuisioner” yang dilakukan terhadap 100 responden pada tanggal 21 Maret sampai tanggal 2 April 2013 menggunakan alat analisis Skala Likert dan Chi Squere.

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan yang diberikan Grundig Service. 

1.4. Manfaat Penilitian
 Dari penelitian yang dilakukan di Grundig Service, dapat diperoleh manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat Akademis Penulis diharapkan lebih memahami tentang perilaku konsumen dan cara berbisnis untuk melayani pelanggan dengan baik serta mampu bersaing dengan pesaing yang ada. Penulisan ini dapat menjadi bahan referensi untuk penulis berikutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis.

2. Manfaat Praktis Memberikan masukan agar pelayanan di Grundig Service dapat lebih baik dari sebelumnya dengan mengutamakan kenyamanan pelanggan.

1.5. Metode Penelitian

1.5.1 Objek Penelitian
Objek Penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah Perbaikan Televisi Grundig Service Jl. Harapan baru barat Rt 01/20 Harapan baru kec. Bekasi kab. Bekasi.

1.5.2. Data/Variabel
Data primer merupakan informasi data yang dikumpulkan dari para responden. Sedangkan, Data sekunder merupakan informasi data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkannya.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data
Penulis mengadakan proses pengumpulan data menggunakan cara Field Research (Penelitian Lapangan) yaitu salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dan menerap kan beberapa metode antara lain:
1. Wawancara : Suatu cara mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada seseorang informan.
2. Observasi : Pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk mendapat kan informasi yang dibutuhkan yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan.
3. Kuesioner : Metode pengumpulan data yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk pertanyaan dengan cara membagikan angket kepada responden untuk diisi guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

1.5.4 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karna masih harus dibuktikan kebenarannya mengenai satu atau lebih populasi. Hipotesis yang akan dibuktikan oleh penulis yaitu : Ho : Pelanggan merasa tidak puas terhadap pelayanan Grundig Service. Ha : Pelanggan merasa puas terhadap pelayanan Grundig Service.

 1.5.5. Alat analisis yang digunakan
Skala Likert
kala likert yaitu skala yang umum digunakan dalam kuesioner dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam penelitian berupa survey dengan mengukur setiap persepsi seseorang, fenomenal social jawaban tersebut dapat di skor (nilai).

 Uji Chi Squere
Uji Chi Squere yaitu pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi (Fo) atau yang benar-benar terjadi dengan frekuensi harapan (Fe).
Dengan rumus :
X² = S (Fo-Fe)² Fe

 Keterangan :
X² = Chi Squere hitung
Dengan tingkat signifikan a = 5% = 0.05
Untuk mencari Fe digunakan rumus :
Fe = Pr x Pc x n

 Dimana :
Pr = Proporsi Baris Total Baris
 Pc = Proporsi Kolom N
= Jumlah Data